ST Cakra Yowana Ingatkan Hukum Karma Lewat Ogoh-Ogoh ‘Yama Nyama’

3 days ago 1
ARTICLE AD BOX
Menurut Wakil Ketua ST Cakra Yowana, I Putu Teja Kusuma Pratama, tema ini dipilih untuk mengingatkan bahwa hukum sebab-akibat tetap berlaku, baik dalam kehidupan nyata maupun dalam kepercayaan spiritual.

"Banyak orang mulai meragukan karma pala, padahal kita bisa melihat sendiri bagaimana berbagai peristiwa negatif, seperti kejahatan dan kekerasan, terus terjadi. Ogoh-ogoh ini mengingatkan kita bahwa segala perbuatan pasti ada balasannya," ujarnya.

Perpaduan Estetika dan Teknologi

Ogoh-ogoh "Yama Nyama" tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga memadukan unsur teknologi modern. Beberapa fitur inovatif yang ditambahkan adalah gerakan kaki atma, senjata Dewa Yama yang dapat bergerak, serta efek cahaya pada mata Dewa Yama.

Pembuatan ogoh-ogoh ini berlangsung sejak Januari hingga Maret 2025, dengan anggaran awal Rp50 juta, namun realisasi biaya hanya sekitar Rp20-30 juta.

"Kami juga membuat desain bongkar pasang, khususnya pada bagian badan dan kaki Dewa Yama, karena ukurannya yang cukup besar," jelas Teja.

Meskipun kompetisi ogoh-ogoh telah berakhir, ST Cakra Yowana berharap agar tradisi ini tetap mendapatkan apresiasi lebih luas, baik dari masyarakat maupun pemerintah.

"Kami ingin tarung bebas ogoh-ogoh di tahun berikutnya semakin berkembang dan mendapat perhatian lebih, sehingga kesenian ini tetap lestari dan makin dikenal," tutupnya. *m03

Read Entire Article