Korban Gempa Myanmar Tembus 2.719 Jiwa, Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan

3 days ago 1
ARTICLE AD BOX
Sebelumnya, Kantor Berita Xinhua pada Senin (31/3) melaporkan bahwa korban tewas telah melewati angka 2.000, sementara sekitar 3.900 orang mengalami luka-luka dan 270 lainnya masih belum ditemukan.

Akibat bencana ini, pemerintah Myanmar mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari dengan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan bagi para korban.

Sejumlah negara telah mengulurkan bantuan kemanusiaan dan mengirim tim penyelamat ke Myanmar. Negara-negara seperti Indonesia, Rusia, India, China, Thailand, dan Uni Emirat Arab, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengirim tim khusus untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban yang masih tertimbun reruntuhan.

Pemerintah Indonesia turut menunjukkan kepedulian dengan mengirimkan bantuan logistik serta Tim Urban Search and Rescue (USAR). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa paket bantuan tersebut dilepas oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, dalam upacara pelepasan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (1/4).

"Kita bergerak atas permintaan resmi dari Pemerintah Myanmar yang diajukan melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kemudian dikoordinasikan dengan berbagai kementerian dan lembaga," ungkap Suharyanto dalam prosesi pelepasan yang dihadiri sejumlah pejabat terkait.

Bantuan Indonesia untuk Myanmar

Pengiriman bantuan ini merupakan hasil keputusan rapat tingkat menteri yang digelar sehari setelah gempa, dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

“Hari Minggu, meskipun masih dalam suasana Lebaran, langsung digelar rapat koordinasi. Keputusan diambil untuk segera mengirimkan bantuan bagi masyarakat terdampak di Myanmar,” ujar Suharyanto.

Total 73 personel dikirim dalam misi kemanusiaan ini, terdiri dari Tim USAR, perwakilan Kemenlu, TNI, serta tim medis. Mereka akan bertugas selama dua pekan dengan kemungkinan perpanjangan jika masih dibutuhkan.

Menurut Kepala BNPB, pengiriman ini merupakan salah satu operasi bantuan terbesar yang pernah diinisiasi Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional.

“Bantuan ini melibatkan berbagai pihak. TNI mengerahkan kekuatan dan armada, Kementerian Kesehatan mengirimkan satu tim medis lengkap dengan dokter spesialis dan obat-obatan, sementara Basarnas membawa tim gabungan dari TNI, Polri, dan BNPB. Baznas serta organisasi kemasyarakatan juga turut membantu,” jelasnya.

Sejumlah bantuan logistik telah dikirim menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU sejak Senin (31/3) dan Selasa (1/4), meliputi:
  • • Bantuan BNPB: 1.300 pouch biskuit protein, 500 paket makanan siap saji, 100 pakaian, dan 600 selimut.
  • • Bantuan Kementerian Pertahanan (Kemenhan): 20 tenda pengungsi, 1.000 sarung, dan 100 dus mi instan.
  • • Bantuan Basarnas: Satu unit truk dan dua unit genset.
  • • Bantuan tambahan yang dikirim Selasa dini hari: Satu unit truk Basarnas, tiga ekor anjing pelacak (K9), serta 17 tenda pengungsi dari Kemenhan.

Gempa yang terjadi pada Jumat (28/3) tersebut menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah Myanmar. Infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, serta fasilitas umum mengalami kerusakan berat, menyulitkan upaya evakuasi dan distribusi bantuan.

Dengan banyaknya korban yang masih tertimbun reruntuhan, tim penyelamat berpacu dengan waktu dalam operasi pencarian. Tantangan utama yang dihadapi adalah akses menuju daerah terdampak yang terbatas serta minimnya peralatan berat untuk mempercepat evakuasi.

Pemerintah Indonesia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan penderitaan rakyat Myanmar. “Ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan Indonesia kepada negara sahabat. Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak,” pungkas Suharyanto. *ant

Read Entire Article