Kerja Sama Kodam-Unud Murni Program Edukatif

20 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Udayana (Unud) dengan Kodam IX/Udayana itu sebagai tindak lanjut dari MoU Kemendikbudristek dengan TNI pada tahun 2023 lalu itu mendapat penolakan mahasiswa karena dikhawatirkan adanya militerisasi di kampus serta intervensi terhadap kebebasan akademik sehingga berpotensi mengancam netralitas dunia pendidikan.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana dalam keterangan persnya, pada Rabu (2/4) memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Kolonel Agung mengatakan bahwa kerja sama ini sama sekali tidak bertujuan untuk intervensi militer di kampus.

"Ini adalah tindak lanjut dari MoU Kemendikbudristek dengan TNI pada tahun 2023 sebagaimana disampaikan Rektor Unud Prof Ir I Ketut Sudarsana ST PhD. Fokus kerja sama ini adalah penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan program edukatif yang partisipatif," ujarnya. Perwira melati tiga di pundak ini menegaskan bahwa seluruh kegiatan dalam PKS ini murni bersifat edukatif dan tetap berpegang pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, tidak akan mengganggu independensi akademik, dan tidak ada sama sekali agenda militerisasi.

"Kami memahami kekhawatiran mahasiswa, tetapi kami tegaskan bahwa TNI hadir sebagai mitra, bukan untuk mendominasi. Program seperti pelatihan bela negara non-militeristik, kuliah umum kebangsaan, dan pengabdian masyarakat justru bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air dan kedisiplinan, semua proses tetap mengacu pada regulasi yang berlaku," jelasnya.

Selain dengan Universitas Udayana, sinergi institusi TNI dengan lembaga perguruan tinggi selama ini telah terjalin dengan baik. Beberapa universitas ternama yang telah menjalin kerja sama akademik dengan TNI di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), Universitas Negeri Malang (UM) dan masih banyak lainnya. 

Kerja sama ini umumnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan. Kolonel Agung Udayana berharap mahasiswa dapat melihat ini sebagai upaya positif untuk memajukan pendidikan, bukan sebagai ancaman. "Salah satu tujuan nasional kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD, dan kita harus implementasikan itu karena bangsa yang cerdas akan membentuk negara yang kuat," pungkasnya. 7 pol, t
Read Entire Article