Beredar di Media Sosial Pamangku Munggah (Naik) ke Palinggih Padma Tiga Pura Agung Besakih

21 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
AMLAPURA, NusaBali
Media sosial diramaikan video dan foto adanya Pamangku yang munggah (naik) ke palinggih Padma Tiga untuk pasang busana palinggih di Pura Agung Besakih. Terkait ini, pro kontra pun terjadi. 

Menanggapi hal ini, Pamucuk Paiketan Pamangku Pura Agung Besakih, Jro Gede Artayasa saat ditemui di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Rabu (2/4) mengatakan pangayah pamangku yang naik ke palinggih Padma tiga dilakukan saat pasang busana palinggih pada Anggara Pon Warigadean, Selasa (1/4). Hal ini menurutnya berlangsung setiap tahun jelang Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh. 

Jro Gede Artayasa menerangkan pamangku yang berhak ngaturang ayah munggah di palinggih Padma Tiga adalah Jro Mangku Upak Ajang Agung yang dipimpin 9 pamangku ditambah 18 petajuh atau dari anggota Paiketan Pamangku Pura Besakih yang anggotanya 33 orang pamangku. Sebelum ngaturang ayah pasang busana di Pura Penataran Agung Besakih, khusus di palinggih Padma Tiga terlebih dahulu wajib digelar upacara matur piuning. Selanjutnya ngaturang banten suci, peras dan pejati agar Ida Bhatara di Padma Tiga untuk sementara tidak malinggih di palinggih tersebut. Selanjutnya tiga kelompok pamangku ngaturang ayah, kelompok pertama yang naik ke puncak Padma Tiga sebanyak 3 orang pamangku, lalu yang ngayah di bagian tengah Padma Tiga sebanyak 3 pamangku dan yang ngayah di bagian paling bawah sebanyak 3 pamangku.

Pangayah paling atas memasang orti di puncak palinggih, sedangkan pangayah di tengah dan bawahnya pasang busana. Setelah tuntas pasang orti dan busana, kembali menggelar upacara panglukatan agar Ida Bhatara kembali malinggih di Padma Tiga.
Jro Gede Artayasa mengatakan tidak mungkin pangayah pasang tangga hingga ke puncak Padma Tiga karena tingginya sekitar 8,1 meter. Itulah sebabnya pangayah dibagi tiga bagian. "Sejak lama pangayah pasang busana di Padma Tiga seperti itu, tidak sembarang pamangku boleh ngayah di Padma Tiga," tambahnya. Padma Tiga katanya merupakan intisari dari seluruh bangunan suci di Pura Besakih sebagai tempat pamujaan Siwa Sada Siwa dan Parama Siwa (Tuhan Yang Maha Esa) atau Tri Purusa. Palinggih Padma Tiga, katanya dilengkapi Bhedawang Nala, Karang Asti dan dua ekor naga yang disebut Naga Ananta Boga dan Naga Basuki, ada juga simbar dan karang goak di bagian belakang ada Naga Taksaka.

Bhedawang Nala yang dililit Naga Ananta Bhoga dan Naga Basuki simbol kuatnya tanah. Dua naga itu juga melambangkan dua alam, Bhur Loka dan Bhuah Loka. Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha juga mengatakan yang berhak ngayah di Padma Tiga hanya dari Jro Mangku Upak Ajang Agung. "Sebelum ngayah harus melalui upacara khusus," jelas Mangku Widiartha.

Terkait pangayah yang naik ke Padma Tiga viral di media sosial, dinilainya, pihak netizen itu keliru menanggapi. "Tradisi itu berlangsung turun temurun setiap jelang Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh manakala pasang busana palinggih," tambahnya. Tata cara itu juga telah tertuang di Raja Purana Besakih, dan Awig-Awig Desa Adat Besakih. Padma Tiga itu berada di Mandala II Pura Penataran Agung Besakih. Di sebelah baratnya ada palinggih Bale Pepelik dan Bale Tegeh, sedangkan di belakang Padma Tiga ada Bale Pasamuan Agung, di bagian depan Bale Gajah, dan di bagian timur ada Bale Agung. Pemasangan busana palinggih itu dalam rangkaian Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh yang puncaknya jatuh pada Purnama Kadasa, Saniscara Wage Julungwangi, Sabtu (12/4) mendatang. 7 k16
Read Entire Article