Basarnas Bali Kirim Dua Personel ke Myanmar

19 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
Kedua personel tersebut adalah Putu Eka Darma Sucita yang berperan sebagai rescuer dan I Made Eka Setiawan sebagai petugas medis. Dua personel Basarnas Bali ini kemudian ikut bergabung dengan 50 anggota Basarnas lainnya sebagai Tim INASAR yang terdiri dari 71 personel. Pelepasan ke Myanmar dilakukan pada Selasa (1/4) di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian Pertolongan dan Kesiapsiagaan Laksda TNI R Eko Suyatno mendampingi Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.

Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya, mengatakan Basarnas Bali turut berperan dalam misi pencarian dan penyelamatan korban gempa di Myanmar beberapa waktu lalu. “Dari kami ada dua personel yang turut diberangkatkan, yaitu satu rescuer dan satu petugas medis. Mereka adalah personel pilihan yang sudah terlatih dan teruji sesuai standar tim INASAR,” ujarnya pada Selasa (1/4). 

Sidakarya berharap para personel yang diberangkatkan dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali dalam keadaan selamat. “Kami semua berdoa agar semua personel dapat dilancarkan dalam melaksanakan tugas dan kembali dalam keadaan selamat,” tambahnya.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan jika gempa bumi berkekuatan besar mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025 lalu, lebih dari 2.600 korban jiwa telah dilaporkan, sementara ribuan lainnya masih hilang atau tertimbun reruntuhan. Pemerintah Myanmar juga disebut telah meminta bantuan internasional dan Indonesia menjadi salah satu negara yang segera mengirimkan tim bantuan kemanusiaan. Dia menyampaikan bahwa tim SAR yang dikirim ke Myanmar akan menghadapi tantangan berat. Selain kondisi geografis yang sulit, infrastruktur di daerah terdampak juga mengalami kerusakan parah. 

“Situasi di sana tidak seperti di Indonesia atau ketika tim Basarnas bertugas di Turkiye dan Suriah pada 2023. Banyak wilayah yang masih mengalami gangguan komunikasi, listrik padam, dan akses menuju daerah terdampak sangat terbatas,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa meskipun sudah melewati golden time (waktu emas untuk menyelamatkan korban yang masih hidup), upaya pencarian masih sangat penting. “Saat bertugas di Turkiye, tim kita tetap berhasil mengevakuasi sekitar 15 jenazah meskipun sudah melewati masa krusial. Ini menjadi modal penting dalam misi penyelamatan di Myanmar,” ujarnya.

Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga dikatakan telah mengirimkan bantuan ke Myanmar, di antaranya Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan China. Semua tim SAR dari berbagai negara bekerja sama dalam operasi pencarian dan penyelamatan tanpa membedakan batas negara. Indonesia sendiri mengirimkan 52 personel Basarnas sebagai bagian dari tim INASAR. Selain itu, bantuan yang dikirimkan juga mencakup tenaga medis, tim penyelamat, serta berbagai logistik penting. 

“Semua bantuan tersebut diterbangkan menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747,” kata Sidakarya. 7 ol3
Read Entire Article